Tim terpadu sempat kehabisan bekal
Tim terpadu sempat kehabisan bekal

Tim terpadu sempat kehabisan bekal

Kilasharian. Com, Sarolangun - Perjalanan yang cukup melelahkan selama 12 jam berjalan kaki pulang dan pergi menelusuri hutan lindung desa lubuk bedorong kecamatan limun, kabupaten Sarolangun, tim terpadu tidak menemukan adanya alat berat pelaku aktifitas PETI. Namun dalam perjalanan yang cukup memakan waktu panjang tim sempat kehabisan bekal, sehingga memanfaatkan hasil hutan untuk bertahan.


Tim terpadu yang berjumlah berkisar 100 orang yang menelusuri hutan lindung desa lubuk bedorong untuk memastikan tidak ada eksafator pelaku aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI)  dengan menggunakan Eksafator, petugas hanya menemukan sisa sisa galian PETI.

Dalam perjalanan yang cukup melelahkan dengan Medan yang berat dengan menelusuri tebing dan sungai, setelah 8 jam perjalanan tim sempat melaksanakan sholat di tengah hutan dan kehabisan bekal, sehingga petugas cukup merasa  kelelahan dan beristirahat di pinggir sungai.

Dipandu oleh TNI petugas tim dua memanfaatkan hasil hutan untuk bertahan hidup, jenis pohon dan akar yang dapat dikonsumsi maupun mengandung air dapat dijadikan air minum dan dalam perjalanan akhirnya menemukan sumber air terjun untuk memenuhi bekal air minum selama perjalanan.

"Kita sempat kehabisan bekal dan kehabisan air minum, kita manfaatkan hasil hutan untuk bertahan hidup" sebut salah satu petugas

Hudri kepala Kesbangpol Sarolangun menjelaskan perjalanan ini cukup melelahkan, dalam perjalanan tidak menemukan adanya aktifitas peti yang sedang beroperasi.
"Kita bersama tim gabungan setelah menelusuri hutan lindung tempat aktifitas PETI, tidak kita temukan eksafator, kita harap setop aktifitas eksafator yang merusak lingkungan" jelas Hudri Kakan Kesbangpol Sarolangun. (riy)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.