Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Zulhifni, Kadis PU Risdiansyah, Plt Kadis DPMPTSP Agus Salim Idris, Ketua DMI Arfandi Ibnu Hajar, Camat Bangko Eduar, Lurah Pematang Kandis Sri Wahyuni, serta para imam masjid.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menitipkan dua pesan penting kepada para imam masjid, yakni persoalan darurat sampah dan ancaman narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Peran imam masjid sangat vital sebagai garda terdepan dalam mengubah pola pikir masyarakat demi mewujudkan visi ‘Merangin Baru’,” ujar Bupati.
Menurutnya, program “Merangin Baru” tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga perubahan paradigma atau mindset masyarakat. Para imam masjid dinilai sebagai figur strategis yang setiap hari bersentuhan langsung dengan umat.
“Kami menitipkan pesan darurat sampah dan narkoba ini agar semangat perubahan menuju Merangin Baru bisa dirasakan hingga ke akar rumput,” tegasnya.
Bupati menjelaskan, isu penanganan sampah saat ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan instruksi langsung Presiden RI. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan pembuangan sampah ke sungai.
Pemerintah Kabupaten Merangin, lanjutnya, telah berupaya menambah armada pengangkut sampah. Namun, tantangan terbesar masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang dan memilah sampah pada tempatnya.
Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah juga menambah tunjangan Ketua RT agar dapat mengintensifkan sosialisasi pemilahan sampah di lingkungan masing-masing.
“Sampah sekarang bisa menjadi barang berharga melalui program bank sampah. Saya mohon bantuan para lurah, camat, dan imam masjid untuk menyampaikan hal ini kepada jemaah,” pintanya.
Penataan Kota Bangko sebagai wajah daerah juga menjadi fokus utama. Bupati menilai, kota yang bersih, rapi, dan modern akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengunjung, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Kalau kota kita bersih dan tertata, orang akan nyaman berkunjung dan ekonomi akan bergerak,” ungkapnya.
Selain persoalan sampah, Bupati juga menyoroti maraknya peredaran narkoba. Mengutip data dari Gubernur Jambi, ia menyebut sekitar 60 persen penghuni lapas terjerat kasus narkoba, dengan konsentrasi besar di beberapa kecamatan tertentu.
“Narkoba kini menyasar masyarakat kurang mampu dan menjadikan anak-anak sebagai target pengedar. Jika kita tidak bergerak sekarang, kita akan kehilangan satu generasi,” tegas M. Syukur.
Senada dengan itu, Wakil Bupati A. Khafidh mengajak para pengurus masjid untuk menciptakan suasana masjid yang ramah anak. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lembut agar generasi muda merasa nyaman berada di lingkungan masjid.
“Jangan cemberut kalau ada anak-anak agak ribut di masjid. Rangkul mereka dengan senyum. Kalau anak-anak nyaman di masjid, mereka akan jauh dari narkoba,” pesan Wabup.
Terkait kondisi fiskal daerah, Bupati memaparkan bahwa pada tahun 2026 terjadi penarikan anggaran pusat sebesar Rp240 miliar. Meski demikian, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur.
Pada tahun 2025, Pemkab Merangin berhasil membangun jalan sepanjang 18 kilometer, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 8 kilometer.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan alat berat seperti excavator dan bomag di wilayah dusun guna memastikan akses jalan, terutama bagi anak-anak sekolah, tidak mengalami kendala.
Melalui momentum buka puasa bersama tersebut, Bupati berharap sinergi antara pemerintah dan para imam masjid semakin kuat dalam membangun Merangin yang bersih, aman, dan berdaya saing menuju “Merangin Baru”. (*)
