Pastikan Kegiatan Azas di Pendung Hiang Tanpa STTP. Jumiral : Panwascam Kita Diusir, Pelaku Buka Baju Dengan Golok Terselip Dipinggang
Pastikan Kegiatan Azas di Pendung Hiang Tanpa STTP. Jumiral : Panwascam Kita Diusir, Pelaku Buka Baju Dengan Golok Terselip Dipinggang

Pastikan Kegiatan Azas di Pendung Hiang Tanpa STTP. Jumiral : Panwascam Kita Diusir, Pelaku Buka Baju Dengan Golok Terselip Dipinggang

 

Kilasharian. Com, Sungai Penuh -  Panitia Pengawas  Kecamatan  (Panwascam) Tanah Kampung atas nama Ari Afneri mendapat intimidasi. 

Aksi intimidasi itu terjadi saat Panwascam sedang melakukan pengawasan di simpang empat Desa Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh. Saat itu sedang berlangsung acara paslon nomor urut 1 Ahmadi Zubir - Alvia Santoni. 

Ari Afneri diminta pergi dari tempat acara, ia sempat menolak namun pelaku dengan suara keras mengusirnya, situasi sempat memanas.

Menurut laporan,  pelaku juga memperlihatkan sesuatu yang diduga parang yang terselip di pinggang sambil mengusir petugas yang sedang melakukan pengawasan di lapangan itu.

Adanya kejadian ini dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Sungaipenuh, Jumiral Lestari. Dia mengaku telah mendapatkan laporan dari Panwascam Tanah Kampung. 

"Kejadiannya tadi malam selepas magrib di simpang empat Pendung Hiang," ujarnya.

Jumiral mengatakan, kejadian ini berawal ketika salah satu calon datang ke lokasi. Diketahui paslon yang datang itu adalah paslon nomor urut 1. 

Di salah satu rumah warga ada kegiatan calon, ketika dikonfirmasi oleh Panwascam kegiatan tersebut tidak ada STTP dari kepolisian, alasannya bukan kampanye tapi datang menengok orang sakit.

"Tapi di tempat itu ada penyerahan hasil panen dari petani ke paslon nomor 1 Ahmadi Zubir - Alvia Santoni," kata Jumiral lagi.

Diduga karena tidak senang dengan keberadaan Panwascam di lokasi, diduga dia ini melakukan intimidasi dan mengusir petugas yang sedang melakukan pengawasan.

"Jadi Panwascam kita diusir, menurut keterangan di lokasi pelaku buka baju sambil memperlihatkan parang yang terselip di pinggang pelaku, tidak tau apa maksudnya,"  ungkap Jumiral lagi.

Atas tindakan intimidasi dan perbuatan menghalangi-halangi ini, Jumiral mengatakan pihaknya berencana akan melaporkan pihak berwajib. "Rencananya hari ini kita mau laporkan ke Polres Kerinci," tandasnya. (*/ist)

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.