Kilasharian.Com, Kerinci – PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) menanggapi isu menurunnya debit air Danau Kerinci yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Pihak perusahaan menegaskan bahwa operasional PLTA Merangin Hidro tidak sepenuhnya bergantung pada air Danau Kerinci.
Perwakilan PLTA Merangin Hidro, Asroli, menyampaikan bahwa dari total kebutuhan air untuk mengoperasikan tiga unit turbin, hanya sekitar 40 persen yang bersumber dari Danau Kerinci. Sementara itu, sekitar 60 persen pasokan air berasal dari aliran Sungai Batang Merangin.
Menurutnya, total kebutuhan air untuk menggerakkan turbin mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Ia menegaskan anggapan bahwa seluruh pasokan air PLTA diambil dari Danau Kerinci tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Terkait penurunan debit air danau, Asroli menyebut hal tersebut lebih disebabkan oleh faktor alam, khususnya rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menambahkan, pihak perusahaan memahami kekhawatiran masyarakat yang bergantung pada Danau Kerinci, terutama pada sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata. Oleh karena itu, PLTA Merangin Hidro membuka ruang dialog serta siap memberikan penjelasan secara transparan mengenai pengelolaan air.
Operasional PLTA Merangin Hidro disebut telah melalui kajian teknis dan lingkungan serta berada dalam pengawasan instansi terkait. Meski demikian, pengawasan terhadap dampak lingkungan dinilai tetap perlu diperketat, termasuk evaluasi berkala terhadap kondisi Danau Kerinci dan keterbukaan data debit air. (*/adv)
