Kilasharian.Com, Sungai Penuh -
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi menggelar
Training of Trainer (ToT) Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur'an sebagai upaya
meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di tengah masyarakat melalui para
kader dan organisasi perempuan, Jumat (3/7).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua
Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E., Ketua Dharma Wanita
Persatuan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi beserta anggota, Kepala Kantor Kemenag
Kerinci H Pahrizal, Kakankemenag Sungai Penuh Hardiman, Ketua MUI Kota dan
Kabupaten, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sungai Penuh dan Ketua
Dharma Wanita Persatuan Kota Sungai Penuh Winda Rahayu Alpian, bersama para
peserta pelatihan guru PAI tingkat SMA/SMK di lingkup Kabupaten Kerinci dan
Kota Sungai Penuh.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi
Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E., mengatakan bahwa gerakan Metode 30 Menit Bisa
Membaca Al-Qur'an merupakan salah satu ikhtiar untuk memperluas syiar Islam
sekaligus meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur'an di seluruh lapisan
masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program
ini sangat bergantung pada peran para peserta yang telah mengikuti Training of
Trainer (ToT). Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu
menyebarluaskan metode tersebut di lingkungan masing-masing, baik melalui
organisasi, majelis taklim, sekolah, maupun masyarakat umum.
"Semoga gerakan ini menjadi
amal jariyah bagi kita semua dan mampu melahirkan lebih banyak masyarakat yang
gemar membaca serta mencintai Al-Qur'an," ujarnya.
Sementara itu, pemateri sekaligus
penulis buku Belajar Mandiri 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur'an, Achmad
Farid Hasan, menjelaskan bahwa metode yang ia kembangkan dirancang untuk
memudahkan masyarakat belajar membaca Al-Qur'an secara cepat dan praktis.
Menurutnya, melalui panduan yang disajikan dalam buku tersebut, peserta dapat
memahami dasar-dasar membaca Al-Qur'an dengan lebih mudah karena menggunakan
metode yang sederhana, sistematis, dan mudah dipraktikkan.
Selama pemaparan berlangsung,
para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap materi yang
disampaikan. Mereka aktif menyimak penjelasan, mempraktikkan metode yang
diajarkan, sehingga suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh
semangat. (*/adv)
