Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kerinci, kepala perangkat daerah, para depati, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari lima desa Tanjung Pauh Mudik.
Ketua Adat Anderson Gelar Depati Anum menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang selama ini terus memberikan perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Kerinci. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi dorongan penting agar tradisi yang diwariskan para leluhur tetap terjaga dan terus hidup di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa Kenduri Sko memiliki makna lebih dari sekadar agenda seremonial. Tradisi tersebut merupakan ruang untuk memperkokoh identitas budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik yang terus menjaga warisan budaya leluhur. Adat lamo pusako usang adalah pedoman yang harus tetap kita pegang dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Monadi.
Ia mengatakan, adat istiadat memiliki peran penting sebagai perekat kehidupan sosial sekaligus benteng moral dalam menghadapi perkembangan zaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai adat agar tetap lestari.
"Kenduri Sko bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mempertahankan peradaban yang telah dibangun para pendahulu. Warisan ini harus terus kita rawat agar menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang," katanya.
Monadi juga mengajak para depati, ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat untuk terus membimbing generasi muda agar tidak terpengaruh berbagai perilaku negatif, khususnya maraknya praktik judi online.
"Saya berharap para pemangku adat dan tokoh masyarakat terus memberikan pembinaan kepada anak-anak kita agar tidak terjerumus dalam perjudian online maupun perilaku lain yang dapat merusak masa depan mereka," tegasnya.
Selain itu, Monadi mengingatkan pentingnya menjaga kawasan persawahan sebagai penopang utama ketahanan pangan Kabupaten Kerinci. Menurutnya, keberlangsungan lahan pertanian harus menjadi perhatian bersama agar mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa depan.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik dalam menjaga tradisi Kenduri Sko yang telah berlangsung turun-temurun. Ia menilai adat istiadat merupakan kekuatan yang mampu menjaga persatuan masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.
Al Haris juga mengapresiasi tarian penyambutan yang sarat makna penghormatan kepada para pemangku adat. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan tingginya nilai budaya yang masih terpelihara di tengah masyarakat Kerinci.
Ia berharap pelaksanaan Kenduri Sko yang digelar setiap lima tahun sekali dapat terus dipertahankan sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta melestarikan nilai-nilai adat di tengah arus modernisasi.
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Tanjung Pauh Mudik, Al Haris memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mengawal upaya penanganannya bersama pemerintah pusat.
"Masalah banjir ini menjadi perhatian kita bersama. Balai dan PUPR akan melakukan kajian terhadap langkah penanganannya. Pemerintah Provinsi akan mengawal agar program tersebut dapat memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat," ujar Al Haris.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Daerah bersama Bank Jambi juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp25 juta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan adat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik. Bantuan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap upaya pelestarian adat dan budaya yang menjadi kekayaan masyarakat Kerinci.
Pelaksanaan Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik kembali menegaskan bahwa adat bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi fondasi dalam memperkuat kebersamaan, menjaga nilai-nilai kehidupan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah yang tetap berlandaskan kearifan lokal.
