Pengukuhan ini mencakup seluruh elemen pendukung, mulai dari PPIH Kloter, PPIH Arab Saudi, Petugas Haji Daerah (PHD), hingga pembimbing ibadah KBIHU. Hadir dalam acara tersebut jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Jambi serta para kepala kantor haji kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.
Dalam arahannya, Al Haris menekankan bahwa performa petugas di lapangan adalah cerminan martabat daerah dan negara. Ia memperingatkan bahwa ketidaksiapan petugas akan berdampak langsung pada munculnya berbagai kendala di Tanah Suci.
"Petugas ini kunci utama. Kalau tidak bekerja maksimal, maka akan muncul berbagai masalah dan kritik dari masyarakat. Oleh karena itu, jalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” tegas Gubernur.
Tantangan haji tahun ini masih diwarnai dengan tingginya jumlah jemaah lanjut usia (lansia) asal Jambi yang mencapai ratusan orang. Al Haris meminta petugas medis dan pendamping tidak bersikap pasif.
Beberapa instruksi khusus Gubernur antara lain:
Proaktif Medis: Petugas kesehatan dilarang hanya menunggu di posko. Mereka diinstruksikan untuk mendatangi jemaah yang mulai menunjukkan gejala sakit, seperti batuk atau kelelahan.
Bimbingan 24 Jam: Mengingat kondisi lapangan di Tanah Suci yang dinamis, petugas diminta siap mengulang bimbingan manasik secara intensif karena banyak jemaah yang lupa saat tiba di lokasi.
Pengawasan Fase Krusial: Fokus ekstra harus diberikan pada fase perpindahan dari Arafah ke Mina guna menghindari kekacauan alur jemaah.
Al Haris juga mengingatkan para petugas agar mampu menahan diri dari ambisi menjalankan ibadah pribadi secara berlebihan jika hal tersebut mengganggu tugas pelayanan kepada tamu Allah.
